
Dompu, kmbali1.com—Di tengah dinamika pembangunan dan tantangan ekonomi yang dihadapi daerah, Pemerintah Kabupaten Dompu menunjukkan capaian yang patut diapresiasi.
Pada satu tahun awal kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dompu Bambang Firdaus Syirajuddin (BBF–DJ), indikator kemiskinan memperlihatkan tren yang semakin membaik, khususnya dari sisi struktur dan kualitas kesejahteraan masyarakat.
Capaian tersebut terungkap dari Data Sementara Indikator Strategis Kabupaten Dompu Tahun 2026 yang dirilis oleh BPS Kabupaten Dompu. Data ini menunjukkan bahwa Kabupaten Dompu berhasil menempatkan diri sebagai kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah kedua di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, mengungkapkan bahwa meskipun penurunan persentase penduduk miskin secara angka hanya sebesar 0,44 persen, dari 11,59 persen pada 2024 menjadi 11,15 persen pada 2025. namun kualitas penurunannya dinilai jauh lebih bermakna.
“Yang paling penting bukan hanya angka persentase, tetapi bagaimana struktur kemiskinan itu sendiri mengalami perbaikan. Ini menunjukkan arah kebijakan yang tepat dan berdampak,” jelas Syahroni.
Ia menjelaskan, perbaikan tersebut tercermin dari penurunan Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang mengukur jarak pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Pada 2025, indeks ini turun dari 1,62 menjadi 1,31. Artinya, rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan dan jarak menuju kategori tidak miskin semakin menyempit.
Tak hanya itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang menggambarkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga mengalami penurunan signifikan, dari 0,32 menjadi 0,22. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kesenjangan di kalangan penduduk miskin semakin kecil, sekaligus menunjukkan adanya peningkatan kesejahteraan pada kelompok miskin ekstrem.
Menurut Syahroni, capaian ini tidak terlepas dari efektivitas berbagai program bantuan sosial serta intervensi kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Dompu sepanjang tahun 2025 di bawah kepemimpinan BBF–DJ.
“Program-program pemerintah daerah relatif tepat sasaran, terutama dalam menyentuh kelompok masyarakat termiskin. Walaupun belum sepenuhnya mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan, namun fondasi peningkatan kesejahteraan sudah terbentuk dengan baik,” ujarnya.
Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa arah pembangunan Kabupaten Dompu semakin fokus pada keadilan sosial dan penguatan ekonomi masyarakat. Dengan kesinambungan program dan penguatan kebijakan ke depan. Pemerintah Kabupaten Dompu optimistis tren perbaikan ini akan terus berlanjut, sejalan dengan visi mewujudkan Dompu yang lebih sejahtera dan berdaya saing. (KM)

