DOMPU, kmbali1.com—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengenalkan pendidikan demokrasi kepada anak usia dini melalui kegiatan pemilihan ketua kelas di TK Negeri 01 Kecamatan Dompu, Kamis (8/10/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipandu oleh anggota KPU Kabupaten Dompu, Maman Apriansyah, S.Pd. Ia mengajak anak-anak mengenal proses memilih pemimpin melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.

Kedatangan Maman disambut pihak kedatangan Komisioner KPU itu disambut langsung oleh Kepala TK Negeri 01, Wahyudiyati, S.Pd dan Ketua Komite Iwan Sakral, SH dan para guru.

Sebelum pemilihan dimulai, guru memberikan penjelasan kepada siswa tentang pentingnya memilih dan menjalankan tanggung jawab. Anak-anak juga mendapat pemahaman bahwa setiap pilihan harus dilakukan dengan baik dan jujur.

“Kalau sudah terpilih, jangan menolak. Kalau menjadi pengurus harus bertanggung jawab,” pesan guru kepada para siswa.

Pemilihan di kelas B3 dengan melibatkan siswa sebagai calon dan pemilih. Pemilihan itu, diikuti lima calon ketua kelas. Para calon terdiri dari empat siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Sementara itu, sebanyak 10 siswa mengikuti proses pemungutan suara.

Maman menjelaskan bahwa pemilihan ketua kelas merupakan contoh sederhana dari proses demokrasi. Melalui kegiatan itu, anak-anak dapat mengenal proses memilih, dipilih, dan menerima tanggung jawab.

Menurut Maman, pendidikan demokrasi dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Anak-anak tidak harus menunggu dewasa untuk mengenal nilai-nilai demokrasi.

“Demokrasi bisa dikenalkan sejak usia dini melalui kegiatan sederhana di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Dalam proses pemilihan, setiap siswa mendapat kesempatan untuk menentukan pilihannya dari lima calon pemimpin. Setelah pemungutan suara selesai, guru bersama siswa melakukan penghitungan suara.

Calon yang memperoleh suara terbanyak ditetapkan sebagai ketua kelas. Sementara calon lainnya masuk dalam susunan kepengurusan kelas, seperti sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi lainnya.

Kegiatan tersebut juga mengajarkan anak-anak tentang arti kepemimpinan. Ketua kelas tidak hanya bertugas karena mendapat suara terbanyak, tetapi juga memiliki tanggung jawab membantu menjaga kebersihan, kerapian, keamanan, dan ketertiban kelas.

Bagi anak-anak, kegiatan itu menjadi pengalaman langsung untuk memahami proses demokrasi. Mereka belajar bahwa menjadi pemimpin berarti menjalankan tugas dan bertanggung jawab kepada kelompok.

Maman mengatakan, pengalaman sederhana di dalam kelas dapat menjadi bagian dari pendidikan demokrasi bagi anak-anak. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengenal pilihan, kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab.

KPU Kabupaten Dompu berharap pendidikan demokrasi sejak dini dapat membantu anak-anak memahami pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. (Alon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *