Dompu, Kmbali1.com—Puskesmas Rasabou, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, kembali membuat terobosan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kali ini, mereka meluncurkan inovasi pelayanan bertajuk Skrining Kesehatan di Masjid (SEHATI) yang digelar di Desa Adu pada Jumat, 6 November 2026.
Mengusung jargon “Raga Sehat, Iman Tinggi,” program ini bertujuan untuk mendekatkan akses pemeriksaan medis secara langsung kepada masyarakat dengan memanfaatkan lingkungan masjid sebagai layanan kesehatan.
Kepala Puskesmas Rasabou, Sitti Akmal, S.Kep. Ners., menjelaskan bahwa inovasi SEHATI digagas atas dasar masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala ke Puskesmas.

“Masjid dipilih karena menjadi tempat berkumpulnya warga secara rutin. Dengan menghadirkan petugas medis langsung di masjid, warga bisa memeriksakan kesehatan dengan mudah tanpa datang ke Puskesmas,” ujarnya pada Jum’at, 6 November.
Ia mengatakan fokus utama dari program ini adalah deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Sasaran layanannya pun cukup luas, meliputi jamaah masjid usia produktif (15 tahun ke atas) hingga lanjut usia (lansia).
Dalam pelaksanaannya, tim terpadu Puskesmas Rasabou yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga laboratorium, hingga petugas Promosi Kesehatan (Promkes) turun tangan memberikan serangkaian layanan medis gratis.
Layanan tersebut meliputi: Pengukuran tekanan darah. Penimbangan berat badan dan pemeriksaan Indeks Massa Tubuh (IMT). Selain itu, pengecekan kadar gula darah serta edukasi penerapan pola hidup sehat.
Ia menambahkan ke depan, program SEHATI ini akan dilaksanakan secara berkala dan bergiliran di berbagai masjid di wilayah kerja Puskesmas Rasabou. Momentum yang dipilih pun disesuaikan dengan jadwal berkumpulnya warga, seperti sebelum atau sesudah pelaksanaan Salat Jumat serta kegiatan pengajian keagamaan.
Melalui langkah proaktif ini, Puskesmas Rasabou berharap cakupan skrining kesehatan di wilayah kerjanya dapat meningkat signifikan.
“Potensi penyakit dapat dicegah lebih awal dan derajat kesehatan masyarakat terjaga secara optimal,” pungkasnya. (Alon)

