
(Sumber Foto: Biro Umum dan Adpim Setdaprov NTB)
Dompu, kmbali1.com— Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (7/2/2026).
Kunker Menhan didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, meninjau Markas Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) 31/Perisai Sakti dan Batalyon Infanteri (Yonif) TP 875/Sangga Yudha Perkasa yang berlokasi di Doro Mboha, Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat.
Kehadiran dua satuan strategis TNI Angkatan Darat tersebut salah satu penguatan sistem pertahanan wilayah timur Indonesia, khususnya di NTB dan Kabupaten Dompu.
Brigif TP 31 dibangun di atas lahan seluas 30 hektare, sementara Yonif TP 875 menempati area seluas 50 hektare. Kedua satuan ini dirancang untuk menampung sekitar 800 personel TNI AD yang telah mulai menempati kawasan tersebut sejak November 2025.
Dalam arahannya kepada prajurit, Menhan menegaskan bahwa pembangunan Brigif dan Yonif bukan semata untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga harus memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Ia menekankan pentingnya membangun hubungan harmonis antara TNI dan rakyat.
“Keberadaan kalian di sini agar rakyat bisa aman dan juga nyaman. Jangan pernah sekali-sekali menyakiti hati rakyat. TNI harus bermanfaat untuk rakyat,” tegas Menhan di hadapan ratusan prajurit.
Menhan juga mendorong agar prajurit TNI aktif berkontribusi dalam sektor-sektor produktif masyarakat, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Menurutnya, keterlibatan TNI dalam mendukung sektor ekonomi lokal akan memperkuat ketahanan wilayah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat Dompu.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa TNI lahir dari rakyat dan memiliki tanggung jawab moral untuk selalu berpihak kepada kepentingan rakyat, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta melindungi keselamatan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
“Seluruh fasilitas yang digunakan TNI bersumber dari rakyat. Maka pengabdian kepada rakyat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” ujarnya.
Sementara itu, Pasi Intel Brigif TP 31/PS, Kapten Inf Muhlis, pada minggu (8/2/2026) mengatakan bahwa kehadiran Kemenhan untuk memberikan dukungan moril terhadap 816 prajurit.
Kunjungan kerja Menhan RI di Dompu tersebut ditutup dengan makan bersama seluruh prajurit Brigif TP 31/Perisai Sakti dan Yonif TP 875/Sangga Yudha Perkasa. Momen kebersamaan itu menjadi simbol dukungan moril sekaligus motivasi bagi prajurit muda yang bertugas di wilayah tersebut. (Alon)

