JAKARTA, KMBALI1.COM – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, memberikan peringatan keras kepada Kementerian Perhubungan terkait pembangunan Pelabuhan Nusantara di Kilo, Kabupaten Dompu. Proyek senilai kurang lebih Rp94 miliar tersebut kini menjadi perhatian serius agar tidak berakhir menjadi “proyek mubazir” seperti pelabuhan lainnya di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam rapat kerja bersama jajaran Kementerian Perhubungan Rabu, (18/2) lalu, Mori menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik yang megah tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan kesiapan operasional dan penempatan petugas yang jelas.
Kekhawatiran Mori bukan tanpa alasan. Ia membandingkan rencana operasional Pelabuhan Kilo dengan nasib tragis Pelabuhan Nusantara Waworada di Kabupaten Bima yang sudah selesai dibangun sejak tahun 2013 namun hingga kini terbengkalai.
“Di dapil saya, di Kabupaten Dompu, saat ini sedang dibangun Pelabuhan Nusantara di Kilo dengan nilai sekitar 94 miliar. Saya termasuk yang meminta anggaran ini, tapi kalau kejadiannya seperti (Pelabuhan Waworada) buat apa?” ujar Mori tegas.
Mori membeberkan fakta mengejutkan mengenai Pelabuhan Waworada yang hingga tahun 2026 ini tidak memiliki petugas sama sekali. “Bayangkan, dari 2013 sampai 2026 pelabuhannya ada tapi orangnya tidak ada, petugasnya tidak ada. Lantas siapa yang bertanggung jawab menjaga aset-aset kita itu?” tambahnya.
Mori meminta Menteri Perhubungan dan Dirjen terkait untuk melakukan evaluasi mendalam sebelum Pelabuhan Kilo diresmikan. Ia tidak ingin anggaran puluhan miliar dari APBN tersebut hanya menghasilkan bangunan kosong yang akhirnya hanya digunakan oleh nelayan lokal tanpa manajemen pelabuhan yang resmi.
Menurutnya, Pelabuhan Kilo memiliki peran strategis untuk mendongkrak ekonomi di wilayah Dompu dan sekitarnya. Oleh karena itu, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan skema operasional harus dipastikan matang sejak awal.
“Ini aset kita, aset negara. Perlu dievaluasi. Jangan sampai kita bangun pelabuhan banyak-banyak tapi modelnya terbengkalai seperti ini,” pungkasnya.[KM]

