Mataram, KMBali1.Com — Suasana hangat mewarnai Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor Universitas Mataram (UNRAM) pada Jumat sore (7/11). Tepat pukul 14.00 WITA, Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Universitas Mataram periode 2026–2030.
Langkah Prof. Kurniawan ini disaksikan langsung oleh perwakilan senat fakultas, civitas akademika, dan sejumlah tokoh masyarakat. Prosesi pendaftaran berlangsung sederhana namun penuh makna, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas kepemimpinan sang guru besar hukum bisnis tersebut.
Simbol Kebersamaan dari Sembilan Fakultas
Tak datang sendiri, Prof. Kurniawan hadir bersama perwakilan dari sembilan fakultas di lingkungan Universitas Mataram. Hal ini menjadi simbol kuat akan komitmen persatuan dan kolaborasi lintas disiplin untuk membangun UNRAM yang lebih maju.
“Prof. Kurniawan mendaftar bukan atas nama pribadi, tetapi membawa semangat kebersamaan sembilan fakultas di Universitas Mataram,” ujar salah satu perwakilan senat yang turut hadir.
“Kami hadir sebagai representasi dukungan lintas fakultas, lintas generasi, dan lintas bidang ilmu, demi Unram yang bersatu dan maju.”
Momentum ini diyakini menjadi awal dari upaya menyatukan kembali seluruh elemen civitas akademika di bawah visi besar: “Unram yang Unggul, Berkelanjutan, Berdampak, dan Mendunia.”
Akademisi Berintegritas dan Pemimpin Visioner
Lahir di Ranggagata, Lombok Tengah, 3 Maret 1977, Prof. Kurniawan dikenal luas sebagai akademisi berintegritas dan pemimpin visioner. Sebagai Guru Besar Hukum Bisnis yang telah lebih dari dua dekade mengabdi di Universitas Mataram, ia menaruh perhatian besar pada isu hukum perlindungan konsumen, persaingan usaha, hak kekayaan intelektual, dan hukum perusahaan.
Kini, beliau menjabat sebagai Ketua Program Studi S3 Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik UNRAM.
Sebelumnya, Prof. Kurniawan juga dipercaya memegang sejumlah posisi penting, seperti Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Hukum (2013–2021) dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Mataram (2018–2022).
Kiprah beliau meluas hingga ke tingkat nasional. Saat ini Prof. Kurniawan menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Nusa Tenggara Barat (2025–2030) dan Ketua Harian Asosiasi Pengajar Hak Kekayaan Intelektual (APHKI) Indonesia (2023–2026).
Posisi terakhir tersebut menempatkannya dalam jejaring strategis nasional di bidang riset, inovasi, dan perlindungan hak kekayaan intelektual — sebuah bidang penting dalam mendorong daya saing dan kemandirian universitas.
Visi: Unram sebagai Center of Action
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Kurniawan menegaskan pentingnya membangun Universitas Mataram sebagai kampus yang unggul secara akademik sekaligus relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan tantangan global.
“Pendidikan harus adaptif terhadap zaman, riset harus solutif terhadap persoalan riil, dan inovasi harus berakar pada nilai-nilai kemanusiaan serta kearifan lokal,” tegasnya.
Melalui visinya, ia mendorong agar Universitas Mataram hadir sebagai penggerak perubahan sosial (center of action_red) yang mampu menjembatani dunia ilmu pengetahuan dengan kehidupan nyata masyarakat.
Prof. Kurniawan menilai bahwa keunggulan berkelanjutan hanya bisa dicapai melalui penguatan sumber daya manusia, tata kelola yang transparan, dan riset serta inovasi yang berdampak nyata bagi daerah dan bangsa.
Menatap Masa Depan UNRAM
Dengan pengalaman panjang dalam kepemimpinan akademik, jejaring nasional yang luas, dan reputasi yang kuat di bidang hukum dan kekayaan intelektual, Prof. Dr. Kurniawan, S.H., M.Hum. dipandang sebagai figur yang mampu membawa Universitas Mataram ke arah yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan mendunia — tanpa kehilangan akar budaya dan nilai-nilai lokal Nusa Tenggara Barat.
Langkahnya dalam pencalonan rektor kali ini bukan sekadar kontestasi jabatan, melainkan panggilan pengabdian untuk melanjutkan transformasi Universitas Mataram menjadi kampus unggulan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.[KM]
