
Kilo, kmbali1.com – Oknum Kepala Desa Taropo, Kecamatan Kilo, diduga melakukan praktik korupsi dalam penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 hingga 2025.
Informasi yang dihimpun kmbali1.com dari sumber terpercaya menyebutkan, sejumlah proyek fisik yang dibiayai Dana Desa tahun 2024 hingga kini tak tuntas dikerjakan. Di antaranya pembangunan emperan Kantor Desa Taropo, pal batas desa, serta pagar kantor desa yang terkesan dibiarkan mangkrak.
“Beberapa item pekerjaan tahun 2024 belum diselesaikan alias mangkrak,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (12/1/2026).
Tak hanya itu, pada Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Desa Taropo kembali mengalokasikan Dana Desa sekitar Rp50 juta untuk pembangunan sumur bor dalam. Namun hingga saat ini, fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan masyarakat, padahal kebutuhan air bersih di desa Taropo dinilai cukup mendesak.
Warga juga mempertanyakan realisasi program pengadaan lampu jalan dengan estimasi anggaran sekitar Rp700 ribu per tiang. Selain itu, janji alokasi Rp50 juta per tahun untuk pembangunan masjid yang hingga kini belum terealisasi.
Selain proyek fisik, lahan pertanian milik Pemerintah Desa setempat seluas 9 hektare juga diduga dikelola oleh oknum tersebut. Dari pengelolaan lahan itu, oknum Kepala Desa hanya menyetorkan pembayaran setiap musim panen dengan nilai sekitar Rp50 juta.
Ironisnya, mekanisme pengelolaan serta penyewaan lahan tersebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.
Sumber juga menyinggung lemahnya fungsi pengawasan di tingkat kecamatan terhadap pengelolaan Dana Desa.
“Dana Desa bisa cair setelah rekomendasi camat keluar,” pungkasnya.
Atas dugaan tersebut, masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Dompu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa di Desa Taropo.
Hingga berita ini diterbitkan, oknum Kepala Desa Taropo belum memberikan klarifikasi, meski sudah dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (12/1/2026). Namun, kmbali1.com masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh keterangan atas dugaan tersebut. (Alon)

