DOMPU, KMBali1.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dompu kembali memicu kontroversi. Setelah sebelumnya menu MBG di Desa Matua, Kecamatan Woja sempat dikeluhkan warga dan viral, kini giliran kualitas menu MBG di Kelurahan Doro Tangga, Kecamatan Dompu, yang menuai kritik.
Seorang jurnalis senior sekaligus warga Kelurahan Doro Tangga, Yos Sudaryo. Melalui akun Facebook pribadinya, “Bang Yos Bang Yos”, ia mengunggah foto menu MBG yang diterima anaknya yang kini duduk di kelas 3 SD. Dalam foto tersebut, terlihat menu hanya terdiri dari dua buah salak, satu butir telur rebus, dan satu buah roti kecil dalam kemasan plastik.
Dibandingkan dengan Menu Kaki Lima
Pimred Media Online Revolusi ini menyayangkan kualitas menu tersebut yang dinilai sangat jauh dari standar gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sekolah. Menurutnya, jika dibandingkan dengan harga di warung kaki lima dengan kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000, masyarakat sudah bisa mendapatkan satu porsi nasi lengkap dengan berbagai lauk pauk.
Ia mencurigai adanya ketidakjujuran dan kurangnya transparansi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola program tersebut dalam menyusun komposisi menu.
“Dengan harga yang sama di warung, anak-anak seharusnya bisa dapat nasi dan lauk lengkap. Ini sangat tidak memenuhi standar gizi,” ungkapnya dalam unggahan media sosial tersebut.
Pejabat Berwenang Sulit Dikonfirmasi
Terkait persoalan yang mulai memanas ini, tim redaksi kmbali1.com berupaya meminta keterangan dari pihak Pemerintah Daerah. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Dompu selaku Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Dompu belum dapat memberikan keterangan resmi. Berdasarkan informasi di lapangan, Sekda sedang tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi Rabu, (4/3) pagi tadi.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan kepada Wakil Bupati Syirajuddin, SH di Ruang kerjanya Di Gedung Parenta Jalan Beringin Bada Dompu, untuk meminta tanggapan terkait polemik kualitas menu MBG yang dinilai cukup meresahkan ini.
Namun, hingga berita ini diturunkan, Wakil Bupati Dompu belum memberikan respons atau tanggapan apapun.
Kejadian ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat mengenai implementasi program unggulan pemerintah di Kabupaten Dompu. Warga berharap adanya evaluasi total terhadap pihak pengelola agar anggaran yang dialirkan benar-benar memberikan manfaat gizi yang nyata bagi para siswa.[KM]

