Dompu, KMBali1.Com – Pemerintah Desa Sorisakolo Kecamatan Dompu bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menggelar musyawarah penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Musyawarah yang digelar Rabu, (4/3) Kemarin itu, menjadi forum penting dalam menentukan arah pembangunan desa sekaligus ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi yang akan menjadi dasar penentuan program prioritas di Desa Sorisakolo.

Dalam sambutannya, BPD Desa Sorisakolo Haeruddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir dan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan kebijakan pembangunan desa.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian. Kami yakin yang hadir pada hari ini adalah orang-orang terbaik yang mampu membawa aspirasi masyarakat demi perubahan dan kemajuan Desa Sorisakolo,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa musyawarah penetapan APBDes merupakan agenda rutin setiap tahun yang harus dilaksanakan sebagai bentuk transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan keuangan desa.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa pembahasan APBDes 2026 akan difokuskan pada tiga sektor utama, yaitu pembangunan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga sektor tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program kerja desa yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Namun dalam kesempatan tersebut juga diungkapkan bahwa alokasi anggaran desa tahun 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Informasi yang disampaikan dalam forum menyebutkan bahwa anggaran yang sebelumnya mencapai sekitar Rp800 juta pada tahun 2025 kini diperkirakan hanya berada di kisaran Rp300 juta lebih pada tahun 2026, atau mengalami penurunan sekitar 60 hingga 70 persen.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam menentukan kegiatan yang menjadi prioritas utama.

“Kami berharap melalui musyawarah ini kita dapat memilih program yang benar-benar menjadi kebutuhan paling prioritas masyarakat, baik dalam bidang pembangunan fisik, pembinaan maupun pemberdayaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sorisakolo Ibrahim H.Ahmad dalam sambutannya juga menegaskan bahwa rincian anggaran dan program yang akan dijalankan nantinya akan dipaparkan secara detail oleh Sekretaris Desa kepada seluruh peserta musyawarah.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini masih terdapat kekurangan dalam pelayanan pemerintah desa.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelayanan maupun hal-hal lain masih terdapat kekurangan yang dirasakan oleh masyarakat,” ujar Kepala Desa.

Dalam penjelasannya, Kepala Desa juga memaparkan kondisi keuangan desa yang mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, pada tahun 2026 ini, Dana Desa diperkirakan hanya sekitar Rp300 juta lebih, sementara Alokasi Dana Desa yang sebelumnya sekitar Rp1,4 miliar juga mengalami penurunan hingga berada di kisaran Rp800 juta lebih.

Meski demikian, Kepala Desa tetap mengajak seluruh masyarakat untuk tetap optimis dan bersama-sama membangun desa.

“Walaupun anggaran desa tahun ini mengalami penurunan, mari kita tetap semangat dan bekerja sama. Kita harus bersama-sama berjuang agar program-program dari pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat bisa masuk ke desa kita,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk terus berupaya memajukan Desa Sorisakolo.

Karena itu, ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama mencari peluang dan memperjuangkan berbagai program pembangunan agar dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

“Walaupun anggaran ini minim, mari kita bersama-sama berusaha agar program-program lain dari berbagai tingkatan pemerintahan dapat kita datangkan ke desa ini demi kemajuan bersama,” pungkasnya.

Melalui musyawarah penetapan APBDes ini, Pemerintah Desa Sorisakolo berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan desa, sehingga setiap kebijakan dan program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.[adv]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *