DOMPU, KMBali1.Com – Isu beredarnya telegram internal terkait status kesiapsiagaan yang disebut berasal dari Panglima TNI mulai menjadi perbincangan di berbagai daerah. Namun, jajaran TNI di Kabupaten Dompu memastikan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi khusus terkait peningkatan status siaga di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Komandan Kodim 1614 Dompu Letkol CZI Janu Hendarto, SE dalam wawancara eksklusif dengan KMBali1.Com, Rabu (11/3/2026) Pagi.

Menurutnya, kesiapsiagaan militer merupakan bagian dari prosedur rutin dalam doktrin pertahanan, sehingga tidak bisa langsung diartikan sebagai kondisi darurat di daerah.

“Kalau di Dompu belum ada instruksi khusus. Kesiapsiagaan itu memang sudah menjadi bagian dari perencanaan pertahanan sejak lama,” ujarnya.

Janu Hendarto menjelaskan, dalam perspektif militer terdapat prinsip klasik yang menekankan pentingnya kesiapan menghadapi kemungkinan terburuk dalam situasi geopolitik global. “Kami di militer punya prinsip, kalau ingin damai maka harus siap menghadapi perang. Jadi kesiapsiagaan itu sudah menjadi bagian dari sistem sejak awal,” jelasnya.

Dirinya juga menyebut bahwa salah satu fokus penting saat ini adalah ketahanan logistik dan pangan, yang menjadi bagian dari konsep pertahanan negara. Di Kabupaten Dompu sendiri, situasi tersebut dinilai cukup aman karena daerah ini sedang memasuki masa panen. “Sekarang ini musim panen jagung dan padi. Untuk beras kita tidak perlu khawatir. Stok pangan masih aman,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa dinamika geopolitik global tetap berpotensi mempengaruhi kondisi ekonomi di dalam negeri. Menurutnya, dampak yang paling mungkin dirasakan di daerah bukanlah ancaman militer langsung, melainkan potensi gangguan sosial yang memanfaatkan situasi global.

“Yang perlu kita waspadai biasanya adalah pihak-pihak yang memanfaatkan situasi, misalnya dalam bentuk aksi dukungan atau gerakan tertentu yang bisa memicu gesekan sosial,” katanya.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat jangan mudah panik. Informasi seperti ini harus dikonfirmasi ke sumber yang jelas,” tegasnya.

Danrem ingatkan pentingnya stabilitas keamanan

Sementara itu, dalam kegiatan Safari Ramadan di Dompu pada hari yang sama, Komandan Korem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjamsul Arief juga menyinggung pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika global.

Dalam sambutannya, Danrem mengingatkan bahwa situasi dunia saat ini masih diwarnai berbagai konflik di beberapa kawasan.

“Kita melihat perkembangan situasi global yang masih diwarnai konflik di berbagai belahan dunia, salah satunya di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini mengingatkan kita bahwa stabilitas dan keamanan negara adalah sesuatu yang sangat berharga,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran TNI, khususnya prajurit teritorial, untuk terus meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Kita harus selalu siap menjaga kedaulatan negara dan keutuhan NKRI. Prajurit teritorial harus selalu hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi bagi berbagai persoalan rakyat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah.

“Melalui kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat, stabilitas daerah dapat terus terjaga,” ujarnya.[KM02]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *