Dompu, kmbali1.com-Keindahan Pantai Lakey di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, seolah menyimpan ironi yang memprihatinkan. Di balik reputasinya sebagai salah satu destinasi surfing kelas dunia. Kondisi kawasan wisata yang menjadi kebanggaan Nusa Tenggara Barat itu justru dinilai minim perhatian dari pemerintah.

Abrasi yang terus menggerus sepanjang bibir pantai kini menjadi ancaman. Hempasan ombak perlahan mengikis daratan di kawasan pesisir. Sementara sejumlah fasilitas penunjang wisata terlihat belum memadai untuk menopang status Pantai Lakey sebagai destinasi internasional.

Pantai Lakey selama ini dikenal luas oleh wisatawan mancanegara, terutama para peselancar yang datang dari berbagai negara untuk menaklukkan ombak khas Lakey Peak. Namun, popularitas tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan penataan kawasan yang layak.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia Kabupaten Dompu, Iwan Sakral menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi NTB terhadap kondisi Destinasi Wisata Pantai Lakey. 

Menurutnya, Pantai Lakey merupakan aset wisata internasional yang telah lama dikenal sebagai surganya para peselancar dunia. Namun hingga kini, kondisi kawasan wisata tersebut dinilai belum mendapatkan dukungan infrastruktur dan penanganan lingkungan yang memadai.

“Pantai Lakey ini dikenal hingga mancanegara, tetapi perhatian pemerintah masih sangat minim. Abrasi terus terjadi di sepanjang pesisir, sementara penanganannya belum terlihat serius. Padahal Lakey merupakan wajah pariwisata Dompu dan NTB di mata dunia,” ujarnya.

Ia menilai, pemerintah provinsi seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap kawasan wisata unggulan tersebut, terutama dalam upaya penanganan abrasi dan pembangunan fasilitas penunjang pariwisata.

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, abrasi dikhawatirkan akan semakin mengancam kawasan pesisir, mengurangi daya tarik wisata, hingga berdampak pada perekonomian masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.

“Jangan sampai destinasi yang mendunia ini terkesan dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan dari pemerintah,” tegasnya.

Warga dan pelaku wisata berharap Pemerintah Provinsi NTB dapat memberikan perhatian serius terhadap kawasan Pantai Lakey. Selain penanganan abrasi, pembangunan fasilitas umum, penataan lingkungan, hingga penguatan promosi wisata dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Pantai Lakey ini sudah dikenal dunia, tapi kondisinya masih jauh dari harapan. Abrasi terus terjadi, sementara penanganannya belum maksimal,” ungkap salah seorang warga setempat.

Sebagai salah satu ikon wisata unggulan di Pulau Sumbawa, Pantai Lakey sejatinya memiliki potensi besar untuk mendongkrak perekonomian daerah. Namun tanpa dukungan infrastruktur dan perlindungan kawasan pesisir yang memadai, pesona pantai yang menjadi surga para peselancar itu terancam terkikis ombak. (Alon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *