
Dompu, kmbali1.com–Seorang pria asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat mandi di Pantai Lakey, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (27/5/2026) sore.
Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat setelah sejumlah siaran langsung di media sosial Facebook menayangkan suasana pencarian korban di lokasi kejadian.
Dalam unggahannya, akun Facebook bernama Amir Ullah turut mempertanyakan respons dan kesiapsiagaan tim pencarian dan pertolongan (SAR) dalam penanganan insiden tersebut.
“Pencarian korban tenggelam di Pantai Lakey dilanjutkan pagi ini. Warga mempertanyakan kinerja tim SAR yang tak kunjung datang setelah sekitar tujuh jam dihubungi,” tulis akun tersebut.
Korban diketahui bernama Rian (23), warga Desa Karang Asam, Kecamatan Lewimunding, Kabupaten Majalengka. Saat kejadian, korban bersama enam rekannya tengah berlibur dan mandi di kawasan pantai usai bekerja di Kabupaten Dompu.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 17.30 WITA. Saat itu kondisi air laut sedang surut, namun secara tiba-tiba datang gelombang besar yang menyeret dua orang menjauh dari bibir pantai.
Satu orang korban berhasil diselamatkan oleh seorang wisatawan yang sedang berselancar di sekitar lokasi kejadian. Sementara Rian diduga tidak mampu melawan kuatnya arus laut hingga akhirnya hilang terbawa ombak.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus dan tingginya gelombang membuat korban terlepas dan tenggelam di tengah laut.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut bersama pemerintah desa langsung melakukan pencarian di area sekitar pantai. Hingga Kamis pagi (28/5/2026), korban masih belum ditemukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Wan Muhtajun, ST, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pos SAR Bima untuk melakukan operasi pencarian.
“Tim gabungan saat ini masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu dari Pos SAR Bima,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (28/5).
Operasi pencarian melibatkan BPBD Kabupaten Dompu, Pos SAR Bima, TNI, Polri, Polairud, serta sejumlah relawan dan warga setempat. (Alon)

