DOMPU, kmbali1.com—Sekilas “Ngobrol Santai” Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama Wakil Ketua 1 DPRD Dompu, Kurnia Ramadhan, S.E., M.E., pada Rabu, 7 Oktober 2026 siang tadi, berlangsung akrab.
Pertemuan begitu singkat itu, membahas pentingnya pers yang independen, berimbang, dan kritis dalam mengawal pembangunan daerah. Selain membahas perusahaan pers yang berafiliasi dengan dewan pers, Eksekutif, Legislatif, juga membahas kepentingan masyarakat.
Sekretaris Jenderal, SMSI Dompu, Fauzi Akbar, menjelaskan bahwa SMSI merupakan organisasi perusahaan pers yang berafiliasi dengan Dewan Pers.
“Media yang tergabung dalam SMSI Dompu sudah berafiliasi dengan Dewan Pers,” kata Fauzi.
Dalam pertemuan itu, Kurnia mengingatkan pers agar tetap menjalankan fungsi penyampaian informasi dan kontrol sosial secara independen. Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang.
“Pers itu harus independen,” Pesan tersebut disampaikan saat “Ngobrol Santai” di ruang kerjanya, Rabu siang.
Menurut Kurnia, pemerintahan daerah bukan milik pribadi, keluarga, atau kelompok tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat Dompu. Karena itu, perbedaan pilihan politik tidak boleh lagi menghambat pembangunan.
“Tidak boleh lagi ada sekat perbedaan antara satu dan yang lainnya,” ujarnya.
Ia menilai perbedaan politik seharusnya berakhir setelah proses politik selesai. Semua pihak, termasuk masyarakat yang sebelumnya berbeda pilihan, tetap perlu dilibatkan dalam pembangunan daerah.
“Tidak perlu lagi mencari siapa lawan politik. Mereka yang dulu berbeda pilihan juga tetap masyarakat Dompu yang harus diajak bersama-sama membangun daerah,” cetusnya.
Kurnia berharap SMSI Dompu dapat menjadi mitra strategis pemerintah tanpa kehilangan independensi dan fungsi kontrol sosial. Program yang berhasil, menurutnya, layak diberitakan, sementara kebijakan atau pelaksanaan yang belum sesuai perlu dikritik secara konstruktif.
“Kalau ada kemajuan, wajar diberitakan. Namun, kalau ada hal yang tidak sesuai atau melenceng, juga perlu diluruskan,” pungkasnya. (Alon)

