Dompu, Kmbali1.com-Di era Presiden Prabowo Subianto, peranan Tentara Nasional indonesia (TNI) kembali aktif di segala sektor. Tidak hanya sektor pertanian, peternakan, perikanan dan koperasi desa tetapi TNI juga ikut mendampingi dan mensukseskan program infrastrukturnya pemerintah.
Kendati demikian, jika mengulas kembali sejarah di jaman orde baru, ketika TNI semakin berpengaruh ke ranah sipil (militerisasi), tidak hanya “tegas” tapi kekuasan politik sangat terpusat (otoriter) maka gejalanya, tidak hanya ruang kritik masyarakat dibatasi bahkan ditekan dan diintimidasi.
Namun, kekhawatiran atas dugaan itu ditepis, peranan TNI di era Prabowo Subianto, ini hadir karena membantu rakyat, humanis dan tetap bersama rakyat. Komando Kodim (Dandim) 1614/Dompu, Letkol Czi Dedi Tri Sulistyo, S.I.P., menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat diarahkan untuk membantu pemerintah dan mengatasi kesulitan rakyat.
“Intinya TNI bersama rakyat. Pengalaman masa lalu tidak akan kita ulangi. Kita membantu pemerintah daerah dan membantu kesulitan rakyat,” kata, Dedi saat diwawancara kmbali1.com, usai peringatan Hari TNI ke-81, di Kantor Kodim Dompu, Senin, 5 Oktober 2026.
Dijelaskan, TNI memiliki dua tugas pokok. Selain Operasi Militer untuk Perang (OMP), juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Kita mengawal program pemerintah bukan terjun langsung. Kalau ada kendala yang menghambat, kita membantu sesuai persetujuan dan perintah pimpinan,” jelasnya.
Salah satu penerapan OMSP, TNI di Dompu kata Dedi, mengawal percepatan program pemerintah. Tidak hanya pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pola serupa diterapkan dalam dukungan terhadap sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Dedi menegaskan, TNI tidak menggantikan peran kementerian, pemerintah daerah maupun instansi teknis yang memiliki kewenangan. Tapi TNI ikut mengawal pembangunan infrastruktur dasar, seperti sumur bor, jalan penghubung antardesa, jalan usaha tani dan jembatan.
Ia menyebut, di Kabupaten Dompu, sejumlah jembatan mendapat dukungan melalui program pemerintah. Tiga jembatan telah selesai dikerjakan. Dua titik di Woko Kecamatan Pajo dan Satu di titik di Kecamatan Woja.
Selain itu, pembangunan jembatan beton sepanjang sekitar 14 meter di Desa Banggo, Kecamatan Manggelewa, mulai diproses.
“Ini semua untuk membantu kesulitan rakyat. Jadi, membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.
Mengapa TNI sibuk mengurus pertanian, perikanan, dan infrastruktur dasar ketimbang mengembangkan teknologi pertahanan di era yang serba canggih?
Ia menjelaskan, di tengah dukungan terhadap pembangunan, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) tetap menjadi perhatian TNI. modernisasi Alutsista tetap berjalan. Menurutnya, pengembangan teknologi pertahanan terus dilakukan, termasuk pemanfaatan teknologi karya anak bangsa dan pengembangan drone.
“Teknologi juga tetap kita fokuskan. Pimpinan tetap memperhatikan pembaruan alat-alat militer,” terangnya.
Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap untuk memperkuat kemampuan produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk pertahanan dari luar negeri. (KM02)

