Dompu, kmbali1.com-Banjir disertai angin puting beliung melanda sejumlah Desa di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (15/1).  

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, hujan deras yang mengguyur wilayah Pekat sejak Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, menyebabkan sejumlah rumah warga dan infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan. 

Di Desa Doropeti, satu unit rumah warga rusak berat setelah tergerus derasnya aliran sungai. Satu kepala keluarga dilaporkan terdampak langsung dan terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, banjir juga menggerus jembatan di Dusun Samada. Kondisi jembatan yang rusak parah tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Kerusakan infrastruktur turut dilaporkan terjadi di Desa Calabai dan Desa Beringin Jaya. Jaringan pipa air bersih di kedua desa tersebut rusak akibat terjangan banjir. Di Desa Calabai, sekitar 100 meter pipa air bersih dilaporkan hanyut terbawa arus, menyebabkan pasokan air bersih bagi warga setempat terganggu.

Tak hanya banjir, angin puting beliung juga menambah daftar bencana di Kecamatan Pekat. Di Dusun Nusantara, Desa Tambora, atap satu unit rumah warga dilaporkan rusak akibat terjangan angin kencang. Satu kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut.

Sementara itu, kerusakan serius juga terjadi di Desa Soritatanga. Ruas jalan lintas Calabai–Dompu, tepatnya di Dusun Sori Mangge, dilaporkan amblas sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Dompu telah diterjunkan ke lokasi bencana untuk melakukan asesmen dan pendataan dampak. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri guna memastikan penanganan di lapangan berjalan aman dan terkendali.

BPBD Dompu mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Meski intensitas hujan saat ini terpantau rendah hingga sedang, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring masih berlangsungnya musim hujan di wilayah NTB.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Dompu, Wan Muhtajul, menegaskan bahwa masyarakat yang bermukim di wilayah rawan bencana diminta untuk selalu siaga.


“Meski hujan saat ini intensitasnya rendah hingga sedang, potensi banjir dan longsor tetap harus diwaspadai,” tegasnya. (Alon) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *