Kmbali1.com, Dompu – Rencana pengembangan industri peternakan di Kabupaten Dompu mulai menunjukkan arah yang lebih konkret. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat mengusulkan tiga lokasi strategis sebagai calon kawasan pengembangan program hilirisasi ayam terintegrasi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ilham, mengungkapkan bahwa tiga titik yang diusulkan tersebut meliputi Desa  Madaprama di Kecamatan Woja dan Desa Tanju, Desa Nusa Jaya di Kecamatan Manggelewa. Ketiga lokasi itu dinilai memenuhi sejumlah kriteria dasar, terutama dari sisi ketersediaan lahan.

“Persyaratan minimal areal yang diminta berkisar antara 7 hingga 10 hektare, serta harus memiliki legalitas yang jelas. Itu yang menjadi fokus utama dalam pengusulan ini,” jelas Ilham dihubungi via WhatsApp, Senin, (30/3).

Program ini merupakan bagian dari skema pengembangan peternakan berbasis hilirisasi ayam terintegrasi yang akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui lembaga DANANTARA. Meski demikian, Ilham menegaskan bahwa penetapan lokasi final sepenuhnya menjadi kewenangan pihak DANANTARA.

“Usulan sudah kami sampaikan, tetapi untuk penetapan akhir lokasi tetap ditentukan oleh DANANTARA,” ujarnya.

Secara keseluruhan, program ini juga menjadi bagian dari alokasi anggaran sekitar Rp1,7 triliun untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan menjangkau seluruh kabupaten dan kota. Usulan dari Kabupaten Dompu sendiri telah dikirimkan ke Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian bagian dari tahapan administrasi.

Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang ditargetkan rampung dalam bulan ini. Bersamaan dengan itu, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) program juga akan segera diterbitkan sebagai dasar pelaksanaan di lapangan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program ini diharapkan mampu mendorong penguatan sektor peternakan di Dompu, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sistem produksi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. (Alon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *