KMBali1.Com, Hu’u – Setelah menuntaskan tahap Pra Studi Kelayakan (FEL2) di penghujung tahun 2024 lalu, kini PT Sumbawa Timur Mining (STM) resmi memasuki tahap Studi Kelayakan (FEL3) pada Oktober 2025 dan diperkirakan akan selesai pada akhir 2026 mendatang. Sebelumnya, PT STM disebut telah melakukan Studi yang dinilai berhasil mengurangi resiko teknis pada penambangan bawah tanah. Studi tersebut juga dinilai memperkuat keyakinan akan potensi Sumber daya di Lokasi Proyek Hu’u saat ini.

Juru Bicara PT STM Adam Rahadian menyebut Tahap FEL 3 ini adalah kelanjutan dari tahap Pra – Studi Kelayakan yang telah dituntaskan sebelumnya. “STM saat ini masih fokus pada tahap Studi Kelayakan. Melanjutkan fase Pra-Studi Kelayakan sebelumnya”, Kata Adam menanggapi Konfirmasi Wartawan Via Whatsapp Kamis, (22/1) Pekan lalu.

Beberapa sumber menyebut, pada fase FEL3 ini, STM akan melaksanakan serangkaian studi lanjutan yang disusun secara lebih rinci dan terpadu. Fokus kajian mencakup penyempurnaan rancangan tambang bawah tanah, perencanaan pengembangan infrastruktur penunjang, pendalaman asesmen lingkungan dan sosial, proses peningkatan status sumber daya menjadi cadangan, serta berbagai evaluasi strategis lainnya guna memastikan kelayakan proyek secara menyeluruh. Pada tahap ini juga dilakukan pendalaman studi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) oleh anak perusahaan STM, PT Sumbawa Timur Geothermal (STG).

Pantauan langsung KMBali1.com, PT STM saat ini menerbitkan Pengumuman Tender Baru bernomor STM-CN25-058. Tender tersebut mencari Perusahaan yang bergerak dibidang Pekerjaan Konstruksi Pertambangan, Konstruksi Sipil, Pekerjaan Mekanikal – Elektrikal, Perpompaan, Pembangkitan dan Distribusi Tenaga Listrik, Fasilitas Permukaan, dan Pekerjaan Kelautan.

Pengumuman tender itu juga menjelaskan ruang lingkup yang akan dikerjakan oleh perusahan pemenang tender itu nantinya selama 4 Tahun kedepan (48 Bulan). Ruang lingkup pekerjaan tersebut adalah Infrastruktur Terowongan akses eksplorasi, Infrastruktur Sistem Pengolahan Air tambang, Pengadaan prasarana pendukung Power Supply, Infrastruktur Fasilitas bongkar muat, Infeastruktur bangunan pendukung, serta Infrastruktur pekerjaan tanah dan jalan akses.

Sebelumnya, Bupati Dompu Bambang Firdaus pernah menyatakan dukungannya terhadap pengembangan investasi tambang di Kabupaten Dompu yang digarap oleh PT STM.  “STM tidak berjalan sendiri. Pemerintah Daerah siap memberikan dukungan penuh, membantu, dan memfasilitasi sesuai dengan kapasitas serta kewenangan yang dimiliki,” tuturnya saat melakukan kunjungan kerja ke Proyek Hu’u bersama jajaran, pada Sabtu (13/9) 2025 lalu, seperti dikutip oleh sejumlah media massa.[Oz]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *