
Dompu, kmbali1.com-Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) Batch 1 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Woja, Selasa (19/8). Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, sejak 19 hingga 23 Agustus 2025.
Salah satu bagian administrasi penyelenggara BGTK, Muh. Zahrul Anwar, S.Pd., dikonfirmasi Selasa (19/8) menjelaskan, pelatihan ini melibatkan unsur kepala sekolah dan guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SDN, SMPN, SMKN, SMAN hingga SLBN di Kabupaten Dompu.
“Peserta yang dilibatkan terdiri dari dua unsur, yakni 61 kepala sekolah dengan masa pelatihan selama empat hari, serta 73 guru yang mengikuti pelatihan penuh lima hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Zahrul menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam bukanlah sebuah kurikulum, melainkan pendekatan dalam proses belajar-mengajar. Konsep ini mendorong guru untuk menyampaikan ilmu secara holistik, integratif, dan transformatif agar lebih mudah diserap peserta didik.
“Pembelajaran Mendalam diarahkan pada metode diskusi antara guru dengan murid. Jadi siswa didorong untuk lebih aktif, bukan sekadar menerima materi secara pasif,” ungkapnya.
Namun, di balik tujuan untuk meningkatkan kualitas guru dan kepala sekolah, kegiatan ini juga menyedot perhatian karena besarnya anggaran yang digelontorkan. Total biaya yang terkumpul dari peserta diperkirakan mencapai Rp 400 juta lebih. Anggaran tersebut sepenuhnya bersumber dari Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Kinerja, dengan kontribusi sekitar Rp 3 juta per peserta.
Terkait pembiayaan, Zahrul menyebutkan bahwa seluruh anggaran pelatihan bersumber dari Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Kinerja. Masing-masing peserta mengalokasikan biaya sekitar Rp 3 juta per peserta yang langsung disetorkan ke kas negara.
“Dana itu bukan dari kepala sekolah atau guru secara pribadi, melainkan dari sekolah yang sudah mendapatkan alokasi BOS Kinerja, lalu disetor langsung ke kas negara, bukan ke BGTK,” jelas penyelenggara, Muh. Zahrul Anwar, S.Pd.
Dalam pelatihan ini, sebanyak 15 fasilitator turut dilibatkan untuk menyampaikan materi pelatihan. Mereka sebelumnya telah mendapatkan pembekelan intensif selama lima hari di Balai BGTK Mataram dan telah mengantongi sertifikat resmi.
“Dengan adanya fasilitator bersertifikat, kami berharap pelatihan ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah di Dompu,” pungkas Zahrul. (Alon)