Jakarta, KMBali1.Com – Pergerakan saham perbankan besar kembali tertekan. Pada perdagangan Jumat (29/8), saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup melemah setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Data perdagangan mencatat BBRI dibuka di level Rp4.060 per saham, sempat menyentuh titik tertinggi Rp4.120 dan terendah Rp4.020, lalu akhirnya ditutup melemah sekitar 1,93 persen di kisaran Rp4.050. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejak pagi dibuka melemah dan terus bergerak di zona merah.
IHSG terpantau anjlok lebih dari 1 persen hingga ke level 7.830-an, dipicu oleh meningkatnya aksi jual di saham-saham perbankan. Sentimen negatif datang dari situasi politik dalam negeri, termasuk aksi demonstrasi yang marak di sejumlah daerah, sehingga menekan kepercayaan investor.
Koreksi BBRI turut diikuti saham perbankan besar lainnya, seperti BBCA dan BBNI, yang juga mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini membuat sektor keuangan menjadi salah satu pemberat utama IHSG pada akhir pekan ini.
Meski tertekan dalam jangka pendek, sejumlah analis menilai saham BBRI masih memiliki prospek positif di paruh kedua 2025.
“Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada perdagangan sesi pertama, Jumat (29/8) di tengah rencana aksi demonstrasi bertajuk Aksi Reformasi Polri yang akan digelar hari ini. Seluruh sektor yang ada di BEI berada di zona merah. Saham-saham bank berkapitalisasi besar terpantau ambruk”, demikian dikutip dari katadata.com Jumat (29/8).
Dikutip dari harianjogja.com Jumat, (29/8) hari ini, Analis pasar modal Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menilai pelemahan IHSG dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, salah satunya ketidakstabilan politik dalam negeri akibat aksi demonstrasi yang meluas sejak Kamis (28/8/2025) malam.
“Ketidakstabilan politik dalam negeri, kekhawatiran pasar pada dampak yang meluas dan keberlanjutan atas aksi yang terjadi beberapa hari terakhir,” ujar dia.
Ia menambahkan, tekanan harga justru bisa menjadi momentum akumulasi bagi investor jangka panjang. “Level Rp4.000–4.100 masih tergolong menarik untuk akumulasi. Investor yang memiliki horizon lebih panjang sebaiknya tidak terlalu terpengaruh gejolak jangka pendek,” ujarnya.
Dengan koreksi hampir 2 persen hari ini, saham BBRI menutup pekan dengan tren campuran. Investor diimbau untuk tetap mencermati faktor eksternal yang mempengaruhi pasar, sembari memanfaatkan peluang akumulasi di level harga bawah.[KM02]