
Dompu, kmbali1.com—Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun ini tampil berbeda. Menjangkau masyarakat hingga tingkat desa di wilayah Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima selama tiga hari, 1–3 Maret 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga diperkaya dengan peninjauan pembangunan, layanan kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi nyata pelestarian lingkungan.
Rangkaian safari diawali di Kabupaten Dompu pada Minggu (1/3). Setibanya, rombongan wakil gubernur meninjau Desa Berdaya Saneo, Kecamatan Woja, untuk memastikan program pemberdayaan desa benar-benar dirasakan masyarakat.
Peninjauan tersebut memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Selain agenda itu, rombongan juga meninjau lokasi terdampak banjir secara tentatif serta aktivitas di KDKMP Kandai Dua. Menjelang petang, kebersamaan terjalin dalam buka puasa bersama masyarakat di Pendopo Bupati Dompu, dilanjutkan Safari Ramadan di Masjid Qushrul Jannah, Kelurahan Kandai Dua.
Pada kesempatan itu, pemerintah provinsi turut menyerahkan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta program penanaman pohon produktif. Yang bertajuk “Program Indonesia ASRI, NTB ASRI dan berkelanjutan”
Aksi lingkungan menjadi penanda penting safari kali ini. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Pemprov NTB menggelar penanaman 200 bibit pohon di Desa Saneo sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI dan dukungan terhadap NTB ASRI berkelanjutan. Penanaman dilakukan serentak di wilayah kerja KPH VI, VII, dan VIII.
Kepala Balai KPH Wilayah VI, Faruk, S.Hut., M.M.Inov, bersama seluruh jajarannya turut hadir dan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Balai KPH menjadi bentuk dukungan nyata sektor kehutanan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber daya alam di daerah.
“Di Lapangan Bola Saneo, sebanyak 25 pohon ketapang kencana ditanam mengelilingi area lapangan, menjadi simbol hijau yang akan tumbuh bersama semangat kebersamaan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, Bupati Dompu, Bambang Firdaus, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Provinsi NTB dan Kabupaten Dompu.
Penanaman pohon dilakukan secara simbolis di sekitar Lapangan Desa Saneo sebagai wujud kontribusi bersama menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan, gerakan Indonesia ASRI, NTB ASRI dan berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan langkah konkret yang dimulai dari desa sebagai pusat pembangunan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Langkah kecil menanam pohon hari ini diyakini menjadi investasi besar bagi masa depan alam dan generasi mendatang. Dengan kolaborasi pemerintah, aparat kehutanan, dan masyarakat, NTB optimistis berkontribusi nyata mewujudkan Indonesia ASRI. (Alon)

