Dompu, kmbali1.com–Aktivitas Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengalami peningkatan. Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status gunung api tersebut dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada Selasa, 10 Maret 2026 pukul 10.00 WITA.

Kenaikan status tersebut diputuskan setelah hasil evaluasi data visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang berkaitan dengan pergerakan magma di bawah tubuh gunung api.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyebutkan peningkatan aktivitas ini terutama ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman menuju kantong magma di bawah gunung.

“Berdasarkan hasil evaluasi data visual dan instrumental, khususnya data kegempaan yang menunjukkan peningkatan signifikan pada gempa vulkanik dalam, maka tingkat aktivitas Gunung Tambora dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 10 Maret 2026 pukul 10.00 WITA,” ujarnya sebagaimana dikutip dari iNews.id. (https://news.okezone.com/)

Seiring dengan kenaikan status tersebut, PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat maupun wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Tambora.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk menghindari potensi bahaya yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat peningkatan aktivitas vulkanik.

Gunung Tambora merupakan salah satu gunung api aktif di wilayah Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima. Gunung ini dikenal luas dalam sejarah dunia setelah letusan dahsyatnya pada tahun 1815 yang tercatat sebagai salah satu erupsi terbesar dalam sejarah umat manusia. (Alon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *