
Dompu, kmbali1.com—Komitmen membangun budaya literasi di Kabupaten Dompu terus diperkuat. Kali ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu menggandeng Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu dalam kolaborasi strategis untuk meningkatkan minat baca, memperluas edukasi publik, serta menghadirkan informasi yang berkualitas bagi masyarakat.
Sinergi antara dunia perpustakaan dan media tersebut dinilai menjadi langkah penting di tengah derasnya arus informasi digital yang berkembang sangat cepat. Masyarakat dituntut memiliki kemampuan literasi yang baik agar mampu memilah informasi yang benar, akurat, dan bermanfaat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, menegaskan bahwa media siber memiliki peran besar dalam mendukung gerakan literasi. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik yang mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat budaya membaca dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi, baik literasi baca tulis maupun literasi digital,” ujarnya, Kamis (7/4)
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaksanakan sejumlah agenda penting, mulai dari penguatan layanan perpustakaan, lomba literasi, hingga pengembangan program perpustakaan desa. Tentu agenda tersebut dilibatkan SMSI Kabupaten Dompu.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah lomba perpustakaan desa terbaik yang merupakan bagian dari program nasional. Program tersebut mendapat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK), di mana selama dua tahun berturut-turut Dinas Perpustakaan Dompu memperoleh anggaran mencapai Rp500 juta untuk penguatan layanan literasi daerah.
“Hadiah lomba perpustakaan desa puluhan juta,” cetusnya
Ketua SMSI Kabupaten Dompu, Iwan Sakral, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai media memiliki tanggung jawab moral dalam menghadirkan informasi yang edukatif, mencerdaskan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, SMSI siap mendukung berbagai program literasi yang digagas pemerintah daerah, mulai dari kampanye gemar membaca, edukasi publik, hingga pelatihan literasi digital bagi masyarakat dan generasi muda.
“Media dan perpustakaan memiliki tujuan yang sama, yakni mencerdaskan masyarakat. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat,” ujarnya.
Dalam forum diskusi yang berlangsung, juga ditegaskan bahwa organisasi media saat ini bukan sekadar kumpulan individu, melainkan wadah perusahaan pers yang memiliki legitimasi kuat dan terafiliasi langsung dengan Dewan Pers. Dengan struktur yang profesional, organisasi media dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai program pembangunan daerah.
Ia menegaskan keterlibatan media dalam kegiatan pemerintah maupun dunia pendidikan disebut mampu meningkatkan kualitas program melalui pengalaman serta kapasitas profesional insan pers, termasuk dalam pelatihan jurnalistik, edukasi publik, hingga keterlibatan sebagai narasumber maupun dewan juri dalam berbagai kegiatan literasi.
Selain itu, organisasi media juga dinilai memiliki jaringan luas hingga tingkat nasional. Hubungan komunikasi dengan kementerian maupun pemerintah pusat terus dibangun untuk memperkuat dukungan terhadap berbagai program daerah.
“Kita ini bagian dari pilar pembangunan. Tugas media bukan hanya mengkritik, tetapi juga membantu pemerintah dalam edukasi dan pembangunan masyarakat,” tegasnya.
Kolaborasi antara perpustakaan, media, komunitas, hingga pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan program-program literasi yang lebih aktif, inovatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, budaya literasi di Kabupaten Dompu diharapkan semakin tumbuh, sementara media tetap menjadi ruang edukasi publik yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (Alon)

