Dompu, KMBali1.com – Kenaikan harga sejumlah bahan pokok dan kebutuhan dasar mulai dirasakan masyarakat Dompu dalam beberapa pekan terakhir. Berdasarkan pantauan langsung KMBali1.com di lapangan, lonjakan harga terjadi pada berbagai komoditas penting, mulai dari beras, air galon, hingga oli kendaraan.

Harga beras misalnya, kini naik dari Rp14.000 per kilogram menjadi Rp15.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah klaim pemerintah yang menyebut stok beras aman dan capaian swasembada nasional telah terpenuhi. Minyak Goreng Merk Bimoli juga sempat mengalami kelangkaan selama beberapa pekan. harga di sejumlah Toko naik dari Rp42.000 per 2 Liter menjadi Rp58.000.

Tidak hanya itu, masyarakat juga sempat menghadapi kelangkaan air galon isi ulang bermerek, khususnya merek Lam-Lam, selama kurang lebih dua pekan. Setelah kembali tersedia di kios – kios dan Toko Kelontong, harga air galon tersebut justru ikut naik dari Rp11.000 menjadi Rp12.000 per galon.

Kondisi serupa juga terjadi pada depot air isi ulang. Harga yang sebelumnya Rp5.000 kini naik menjadi Rp6.000 per galon sejak sepekan terakhir.

“Inikan karena harga bahan naik, terutama penutup galon yang berbahan plastik. Jadi mau tidak mau kami juga harus menyesuaikan harga,” ujar Ince (56) salah satu pemilik depot isi ulang Sabtu, (25/4) lalu.

Kenaikan harga ini disebut-sebut dipicu oleh meningkatnya harga bahan plastik, termasuk kantong kresek dan komponen berbasis plastik lainnya. Dampaknya meluas hingga ke berbagai sektor, termasuk pelumas kendaraan.

Harga oli motor yang sebelumnya berada di kisaran Rp55.000 kini melonjak menjadi Rp68.000. Para penjual menyebut kenaikan ini terjadi secara bertahap mengikuti naiknya biaya distribusi dan bahan baku kemasan.

Meski pemerintah masih menjamin stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan berjanji tidak akan menaikkannya hingga akhir tahun, kenyataannya kenaikan harga kebutuhan pokok di Dompu tetap tidak terbendung.

Pengamat ekonomi lokal menilai, faktor rantai pasok dan bahan baku non-energi seperti plastik kini mulai memainkan peran besar dalam memicu inflasi di tingkat bawah.

Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya, termasuk bahan makanan harian seperti Lauk – Pauk, Telur, dan Gula.

Masyarakat pun mulai merasakan dampaknya. Daya beli perlahan menurun, sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Hingga berita ini diturunkan, KMBali1.com akan terus memantau perkembangan harga dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat Dompu.[KM02]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *