
Dompu, kmbali1.com–Pantai Lakey di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata selancar kelas dunia.
Ombaknya yang besar menjadikan kawasan tersebut sebagai magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, terutama para peselancar yang datang dari berbagai negara.
Namun di balik popularitasnya yang mendunia, Pantai Lakey ternyata masih menghadapi persoalan serius terkait fasilitas keselamatan bagi para pengunjung wisata.
Sorotan itu mencuat setelah peristiwa hilangnya seorang wisatawan asal Majalengka, Jawa Barat, yang terseret arus di kawasan Pantai Lakey pada Rabu (27/5) sore.
Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.15 WITA pada Jumat (29/5) pagi di perairan antara Pantai Lakey dan Pantai Maci, Kecamatan Hu’u.
Dari peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran publik terhadap kesiapan sistem keselamatan di kawasan wisata yang dikenal memiliki ombak besar dan arus laut cukup kuat itu.
Wartawan kmbali1.com mengkonfirmasi sejumlah pihak terkait fasilitas pendukung keselamatan dan mitigasi risiko wisata yang berkunjung di Pantai Lakey.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Dompu, Ir. Abdul Muis, dikonfirmasi Jum’at (29/5) membenarkan fasilitas pendukung keselamatan di kawasan Pantai Lakey saat ini masih sangat minim. Bahkan, papan informasi peringatan yang sebelumnya pernah dipasang di sepanjang pantai kini disebut sudah tidak lagi tersedia.
“Dulunya papan informasi peringatan ada dipasang di sepanjang Pantai Lakey, sekarang kabarnya sudah tidak ada,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).
Menurutnya, kawasan wisata Pantai Lakey idealnya dilengkapi berbagai fasilitas keselamatan, mulai dari papan peringatan daerah rawan arus, informasi kondisi cuaca, titik pengawasan pantai, hingga alat keselamatan darurat yang mudah dijangkau wisatawan.
Ia menegaskan bahwa keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian bersama karena kawasan pantai memiliki risiko alam yang tidak bisa dianggap sepele.
“Keselamatan pengunjung menjadi perhatian penting. Kawasan wisata pantai memiliki risiko tertentu sehingga mitigasi dan kewaspadaan harus terus diperkuat,” katanya.
Selain fasilitas fisik, edukasi kepada wisatawan juga dinilai penting agar pengunjung memahami area aman maupun titik berbahaya saat beraktivitas di laut.
Dinas Pariwisata Dompu juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi risiko wisata di Pantai Lakey, termasuk pola koordinasi penanganan keadaan darurat di kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan tersebut.
“Kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar penguatan sistem keselamatan wisata bisa lebih maksimal ke depan,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Destinasi Wisata Lakey, Muhammad Ali alias Mr. Li, membenarkan bahwa papan informasi peringatan di kawasan pantai saat ini sudah tidak tersedia lagi. Padahal sebelumnya terdapat sekitar 20 titik papan peringatan yang dipasang untuk mengingatkan pengunjung terhadap potensi bahaya di kawasan pantai.
“Saya sendiri saya pasang. Dulu ada sekitar 20 titik papan informasi peringatan. Sekarang sudah rusak,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak pengelola lapangan mengaku tetap memberikan peringatan dini secara langsung kepada para wisatawan yang datang berkunjung ke Pantai Lakey.
Pantai Lakey sendiri selama ini menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Dompu yang mendunia. Namun di balik keindahan ombak dan pesona alamnya, penguatan fasilitas keselamatan dan mitigasi risiko kini menjadi pekerjaan rumah yang dinilai mendesak agar destinasi wisata tersebut tetap aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung. (Alon)

