KMBali1.Com, DOMPU – Jika suatu urusan diserahkan pada perempuan. Biasanya akan lebih bagus hasilnya. Pameo ini tampaknya berlaku dalam penanganan stunting di Kabupaten Dompu. Ditengah efisiensi yang mencekik leher, kreatifitas justru muncul untuk memastikan program pencegahan stunting tetap berjalan.
Adalah Hj Daryati Kustilawati, SE MSi Kepala Dinas DPPKB yang berhasil mencari cara dan celah untuk keluar dari kesulitan anggaran untuk pencegahan stunting melalui program Orang Tua Asuh pencegahan stunting.
Program Orang tua Asuh ini adalah merangkul dan mengajak sejumlah personal yang mau dan mampu untuk berkontribusi dalam Edukasi Gizi dan Bantuan Nutrisi. “Karena anggaran tidak ada, mau tidak mau kami harus berusaha secara swadaya” kata Umi Yat, sapaan akrab birokrat senior ini.
Lewat pendekatan personal, Umi Yat berhasil menggandeng 422 Orang tua Asuh hingga April 2026 ini. Orang tua Asuh ini kemudian berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing sehingga saat ini sudah terkumpul nutrisi nutrisi tambahan berupa susu dan telur. “Secara bertahap semuanya kita ditribusikan” jelas Umi Yat.
Hebatnya lagi ketika HUT Dompu minggu lalu, Umi Yat bisa mengumpulkan 211 krat telur untuk cegah stunting dari 35 Orang tua Asuh. “Jumlahnya kami sesuaikan dengan HUT Dompu. Terima kasih untuk semua orang tua asuh” kata Umi Yat lagi.
Perempuan yang sudah matang di berbagai jabatan eselon 2 ini kemudian memberi pesan bahwa kreativitas dan inovasi justru diuji manakala dalam situasi sulit seperti sekarang, ” Kalau kita nunggu anggaran sampai kapan? tidak akan ada yang jadi dong” katanya. Ia mengatakan kerjasama itu utuh dilakukan DPPKB dengan dukungan seluruh jajaran mulai tingkat kabupaten hingga desa, UPTD KB Kecamatan dan IPeKB.
Untuk angka stunting sendiri, Dompu saat ini menghadapi 19,8 angka preferensi stunting atau masih sedikit di atas angka nasional 16 persen. Jumlah Balita stunting di Dompu tahun 2025 ada sebanyak 2418 orang. Angka yang lumayan rendah dibandingkan jumlah anak yang ada di Kabupaten Dompu.
Umi Yat juga optimis, meski anggaran untuk edukasi gizi dan nutrisi tambahan nihil, tapi dengan inovasi dan kreativitas sangat diyakini angka stunting di Kabupaten Dompu akan terus turun. “Insya Allah Dompu akan semakin maju dalam hal Cegah stunting” pungkas Umi Yat.[KM]

