
Foto: Sejumlah ibu-ibu juga ikut melontarkan protes dengan suara lantang di halaman kantor Dikpora.
Dompu, kmbali1.com-Suasana di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu pada Senin (18/08) mendadak memanas. Puluhan warga seruduk kantor setempat.
Kedatangan mereka mewakili anggota regu gerak jalan pasukan “Bambu Runcing” Mangge Maci, Kelurahan Simpasai, untuk memprotes hasil pengumuman lomba gerak jalan ketepatan waktu sejauh 45 kilometer.
Aksi protes dipicu adanya dugaan kesalahan fatal dalam pencatatan nomor dada peserta. Regu Bambu Runcing, nomor yang seharusnya 77 justru tercatat sebagai 94 dalam laporan penilaian dewan juri. Kesalahan itu dinilai merugikan perjuangan tim yang telah menempuh perjalanan panjang dengan penuh semangat patriotisme.
Selain persoalan nomor peserta, massa juga menuding adanya indikasi kebocoran hasil penilaian sebelum diumumkan secara resmi pada malam pesta rakyat di Gedung Parenta Nggahi Rawi Pahu. Hal ini semakin memperkuat kecurigaan adanya ketidakberesan dalam proses penilaian.
“Kami sudah berjuang dengan sepenuh hati. Barisan rapi, lagu nasional terus dikumandangkan, kostum dan bendera merah putih dikibarkan, bahkan kami membawa bambu runcing sebagai simbol perjuangan pahlawan. Tapi hasilnya tidak sesuai. Nomor dada seharusnya 77, bukan 94,” tegas Awaludin, salah satu perwakilan tim Bambu Runcing.
Tidak hanya itu, sejumlah ibu-ibu juga ikut melontarkan protes dengan suara lantang di halaman kantor Dikpora. Sorakan dan teriakan kekecewaan pun membuat suasana semakin panas.
Ketegangan meningkat saat massa terus mendesak agar panitia lomba segera memberikan klarifikasi. Aparat kepolisian yang berjaga pun terpaksa melakukan pengamanan ekstra untuk mencegah kericuhan.
Ketua DPRD Dompu sempat hadir mencoba menenangkan massa dan menawarkan mediasi, namun upaya itu menemui jalan buntu lantaran dewan juri tidak hadir dalam pertemuan.
Puncak ketegangan akhirnya mencair setelah digelar pertemuan mendadak di Mapolres Dompu, melibatkan Ketua DPRD, Anggota DPRD Ade Pribadi, Kadis Dikpora, serta ketua panitia lomba. Dari hasil pertemuan tersebut, disepakati sementara bahwa tim Bambu Runcing Simpasai dinobatkan sebagai juara 1 bersama dengan tim Kelurahan Potu.
“Kesepakatan sementara, regu Bambu Runcing Kelurahan Simpasai juara 1 bersama dengan tim dari Kelurahan Potu,” ungkap Camat Woja Edison, usai pertemuan.
Meski demikian, Kepala Dikpora Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd., menegaskan pihaknya belum bisa mengambil keputusan sebelum ada klarifikasi resmi dari 15 dewan juri maupun arahan langsung dari Bupati Dompu.
“Belum ada keputusan final. Kita masih menunggu klarifikasi dari tim juri,” ujarnya.
Namun, kapan, dimana dan siapa saja yang dilibatkan pertemuan klarifikasi juri tersebut, untuk sementara waktu belum dijadwalkan. (Alon)