TEHERAN, KMBali1.Com – Dunia dikejutkan dengan berita meninggalnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan udara besar-besaran oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Menyadur laporan dari tvOneNews, konfirmasi kematian ini telah dikeluarkan oleh tiga lembaga utama Iran, yaitu Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Dewan Keamanan Tertinggi Nasional, dan kantor resmi Khamenei sendiri. Serangan tersebut menyasar kompleks kediamannya yang terletak di kawasan elit utara Teheran saat ia sedang berada di ruang kerjanya.

Menurut pengamat Timur Tengah, Faisal Assegaf, serangan itu tidak hanya merenggut nyawa Khamenei, tetapi juga menewaskan anggota keluarganya termasuk anak perempuan, menantu, dan seorang cucu laki-laki. Selain itu, pejabat senior seperti Direktur Kantor Khamenei, Hirjazi, serta penasihatnya, Ali Shamkhani, juga dilaporkan tewas dalam insiden yang sama.

Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Iran telah mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan hari libur resmi selama tujuh hari. Pihak IRGC telah mengeluarkan peringatan keras dan bersumpah akan melancarkan serangan balasan yang lebih sengit terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah.

“Perang akan semakin sengit. Iran sebagai negara merdeka dan berdaulat wajib memberikan balasan serupa demi menjaga moral rakyat dan tentaranya,” ujar Faisal dalam wawancara tersebut.

Keberhasilan serangan ini memicu tanda tanya mengenai sistem keamanan internal Iran. Muncul spekulasi bahwa agen intelijen Israel, Mossad, telah berhasil menyusup ke dalam Kementerian Intelijen Iran untuk mendapatkan informasi akurat mengenai lokasi Khamenei, yang diketahui tidak bersembunyi di dalam bungker saat serangan berlangsung.

Meskipun kehilangan pemimpin tertinggi, sistem pemerintahan Iran yang berlandaskan Wilayatul Faqih diprediksi akan tetap stabil. Dewan Ahli yang beranggotakan 88 ulama dilaporkan akan segera bersidang untuk memilih pengganti Khamenei guna memastikan kesinambungan kepemimpinan negara dalam situasi darurat ini.
Sejauh ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui media sosialnya juga telah mengumumkan kabar meninggalnya Khamenei, yang dinilai sebagai bagian dari perang urat saraf (psywar) untuk melemahkan mental pejuang Iran.[KM]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *