KMBali1.Com, Dompu – Kabupaten Dompu kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian pemerintah pusat, daerah ini masuk dalam 18 besar kabupaten paling progresif di Indonesia dalam upaya penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan.
Kepala Bappeda dan Litbang Dompu, Aris Anshary kepada KMBali1.Com Jumat, (1/5) Pagi Kemarin, menjelaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hasil kerja satu sektor semata, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor yang terbangun secara sistematis.
“Stunting tidak bisa dilepaskan dari kemiskinan, sehingga penanganannya harus berjalan beriringan. Kita dinilai karena mampu menunjukkan progres signifikan di dua sektor ini sekaligus,” ujarnya dalam wawancara.
Inovasi “Orang Tua Asuh” Jadi Motor Penggerak

Salah satu kunci keberhasilan Dompu adalah inovasi program “Orang Tua Asuh” dalam penanganan stunting. Program ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, hingga pemangku kepentingan lainnya.
Melalui skema ini, setiap stakeholder berperan langsung dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi, layanan kesehatan, hingga edukasi bagi anak-anak yang terindikasi stunting.
“Semua bergerak. OPD, perusahaan, semuanya menjadi orang tua asuh. Ini bentuk gotong royong yang nyata. Kita hitung kebutuhan gizi berdasarkan data, lalu intervensi dilakukan secara langsung,” jelas Aris.
Pendekatan ini dinilai efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah. Pemerintah tidak lagi menjadi satu-satunya aktor, melainkan mengorkestrasi kekuatan kolektif masyarakat dan dunia usaha.
Intervensi Berbasis Data: Sanitasi Jadi Prioritas
Selain inovasi sosial, Pemerintah Kabupaten Dompu juga mengedepankan pendekatan berbasis data dalam menentukan intervensi pembangunan, khususnya pada sektor air bersih dan sanitasi.
Wilayah-wilayah dengan angka stunting tinggi menjadi prioritas utama dalam program pembangunan infrastruktur dasar.
“Setiap usulan program, terutama yang bersumber dari pusat, harus berbasis data stunting. Lokasi dengan kasus tinggi diprioritaskan untuk intervensi sanitasi dan air bersih. Setelah itu selesai, baru bergerak ke wilayah lain,” ungkapnya.
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar menyasar kebutuhan paling mendesak di masyarakat.
Tantangan: Integrasi Data Antar OPD
Meski menunjukkan capaian signifikan, Aris tidak menampik masih adanya tantangan, terutama dalam hal sinkronisasi data antar OPD.
Perbedaan data antar instansi teknis seperti DPPKB dan Dinas Kesehatan menjadi catatan penting yang harus segera dibenahi. Ketidaksamaan data berpotensi memengaruhi arah kebijakan yang diambil.
“Ke depan, Pak Bupati akan mengkoordinir agar semua OPD menggunakan satu data yang sama. Ini penting supaya kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Menuju Penghargaan Nasional
Atas capaian tersebut, Kabupaten Dompu dijadwalkan akan menerima penghargaan tingkat nasional pada bulan Mei ini. Penilaian dilakukan secara ketat oleh pemerintah pusat, termasuk melalui proses verifikasi langsung terhadap program dan inovasi yang dijalankan di daerah.
Capaian ini menjadi bukti bahwa dengan kolaborasi yang kuat, inovasi yang tepat, serta kebijakan berbasis data, daerah mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan mendasar seperti stunting dan kemiskinan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Dompu berkomitmen untuk terus memperkuat integrasi data, memperluas kolaborasi, serta memastikan setiap intervensi pembangunan semakin tepat sasaran dan berkelanjutan.[KM02]

