
Tambora, kmbali1.com – Komitmen menjaga kelestarian kawasan hutan terus ditunjukkan jajaran BKPH Wilayah VI melalui patroli gabungan yang dilaksanakan Resort Pekat dan Resort Tambora di kawasan KM 12, Desa Pekat, Senin (11/5/2026).
Kegiatan itu dilakukan sebagai respons cepat atas laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas pemanfaatan hasil hutan secara ilegal di wilayah tersebut.
Sejak menerima informasi dari warga, jajaran Resort langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Dengan menyusuri kawasan hutan secara menyeluruh, tim patroli melakukan pengecekan di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi aktivitas pengangkutan kayu.
Dari hasil patroli, petugas menemukan delapan batang kayu balok yang tertinggal di lokasi. Rinciannya, dua batang berukuran 15 x 20 sentimeter dan enam batang lainnya berukuran 12 x 20 sentimeter. Berdasarkan hasil identifikasi awal, kayu tersebut diduga merupakan sisa aktivitas pengangkutan lama yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Meski demikian, petugas memastikan tidak ditemukan adanya aktivitas penebangan maupun pengangkutan kayu baru saat patroli berlangsung. Selain melakukan pengecekan barang bukti, tim juga menggali informasi dari warga sekitar guna memperkuat data dan bahan keterangan terkait aktivitas di kawasan tersebut.
Kepala BKPH Wilayah VI, Faruk, S.Hut., MM.Inov menegaskan bahwa langkah cepat yang dilakukan jajaran Resort merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kawasan hutan dari berbagai potensi kerusakan dan aktivitas ilegal.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional. Patroli ini merupakan bagian dari komitmen BKPH Wilayah VI dalam menjaga kelestarian hutan serta memastikan kawasan tetap aman dari aktivitas ilegal yang dapat merusak lingkungan,” ujarnya
Ia juga mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada petugas kehutanan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pengawasan dan perlindungan kawasan hutan.
“Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang peduli terhadap kondisi hutan. Sinergi antara masyarakat dan petugas di lapangan menjadi kekuatan utama dalam menjaga aset negara dan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Usai patroli, seluruh hasil temuan langsung dilaporkan kepada pimpinan untuk dilakukan langkah lanjutan, termasuk pengamanan barang bukti dan proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan patroli gabungan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. BKPH Wilayah VI memastikan pengawasan kawasan hutan akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya aktivitas ilegal di wilayah kerja mereka. (Alon)

