KMBali1.Com, Kota Bima — PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan syariah yang digelar bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) Kota Bima dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB pada Senin, 18 Mei lalu.

Kegiatan tersebut menyasar masyarakat dan calon nasabah baru di Kota Bima sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal berbasis syariah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama PT Bank NTB Syariah yang diwakili oleh Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, A. Ir., S.E., perwakilan OJK Provinsi NTB Yan Anjas Pratama, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kota Bima, serta sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Bima, mulai dari Kepala Bappeda, BPKAD, Dinas Dikpora, Dinas Koperindag, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PPPA, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pariwisata hingga para camat dan lurah se-Kota Bima.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima H. A. Rahman, S.E., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara TPKAD Kota Bima, Bank NTB Syariah dan OJK Provinsi NTB dalam menghadirkan edukasi keuangan syariah kepada masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses layanan keuangan yang inklusif, aman dan sesuai prinsip syariah.
“Peningkatan literasi keuangan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, sekaligus mendukung penguatan sektor ekonomi masyarakat dan pelaku usaha agar tumbuh lebih produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Consumer Protection and Literacy Bank NTB Syariah, Muh. Nur Rahmat, menegaskan bahwa literasi keuangan syariah tidak hanya sebatas pemahaman terhadap produk dan layanan perbankan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak demi meningkatkan kesejahteraan.
“Melalui edukasi yang terus dilakukan, kami berharap masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, meningkatkan produktivitas usaha, serta memiliki akses terhadap layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan, khususnya melalui penguatan sektor UMKM dan perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Bank NTB Syariah meyakini bahwa kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih inklusif. Dengan sinergi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami layanan keuangan, tetapi juga semakin percaya dan aktif memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.
Ke depan, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memperluas program literasi dan edukasi keuangan syariah sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan yang memberikan “Berkah Bermakna” bagi masyarakat dan pembangunan daerah.[adv]


