KMBali1.Com, Bima – Seorang bocah berusia 11 tahun, Muhammad Ikbal alias Gito, warga Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus sungai selama 6 jam. Korban ini dilaporkan hilang pada Kamis sore, 11 Desember 2025, saat bermain bersama teman-temannya di aliran sungai.

Menurut keterangan warga, korban dan teman-temannya awalnya melompat ke sungai mengikuti arus air. Saat mencoba meraih tangga besi yang tertanam di tebing bendungan, Ikbal gagal berpegangan dan tubuhnya langsung terseret arus deras. Teman-temannya yang panik kemudian bergegas meminta pertolongan warga. “Korban ditemukan oleh warga yang sedang menyusuri aliran sungai. Selanjutnya kami lakukan evakuasi sesuai standar dan proses penyerahan kepada keluarga berlangsung aman,” kata Koordinator Pos SAR Bima, M. Darwis, Kepada Kantor Berita ANTARA pada Jumat, 12 Desember 2025.

Pencarian korban dilakukan dengan melibatkan unsur SAR dari berbagai instansi, mulai dari TNI, Polairud Polres Bima, TSBK Kota Bima, BPBD Kota Bima, hingga masyarakat setempat. Tim menggunakan sejumlah peralatan seperti perahu karet, peralatan SAR air, Aqua Eye, peralatan komunikasi, serta dukungan medis. “Pencarian kami fokuskan di sepanjang aliran Sungai Desa Kenanga, menyisir dari titik hilang menuju wilayah hilir,” ujar Darwis. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan pencarian dapat dilakukan dengan efektif dan efisien.

Setelah upaya pencarian yang berlangsung hingga malam hari, warga setempat akhirnya menemukan jenazah korban sekitar pukul 22.40 WITA, berjarak sekitar dua kilometer ke arah timur dari lokasi jatuhnya korban. Tim SAR gabungan segera mengevakuasi korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Pihak SAR mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sungai, terutama saat debit air meningkat akibat hujan deras yang melanda sejumlah wilayah di Bima.

Kondisi sungai yang berarus deras dan berubah-ubah menjadi ancaman bagi masyarakat, terutama anak-anak yang suka bermain di sekitar sungai. Pihak SAR berharap agar masyarakat dapat lebih waspada dan tidak membiarkan anak-anak bermain di sungai tanpa pengawasan. Dengan demikian, tragedi seperti ini dapat dicegah dan tidak terulang kembali di masa depan. “Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi sungai, terutama saat debit air meningkat akibat hujan deras,” kata Darwis.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada dan bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Pemerintah dan pihak berwenang juga perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sungai yang berarus deras. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dan berhati-hati dalam menghadapi kondisi alam yang berubah-ubah.[KM00]

By KMB