
Dompu, kmbali1.com—Kabupaten Dompu dipastikan sebagai salah satu daerah penerima proyek Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2026. Lembaga pangan dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu, akan menggarap penguatan ketahanan pangan melalui sektor peternakan.
FAO menggandeng Kementerian Pertanian Republik Indonesia, khususnya Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, untuk menjalankan proyek strategis tersebut. Kolaborasi ini menargetkan peningkatan kualitas ternak, produktivitas peternak, serta penguatan sistem peternakan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, drh. Mujahidin, mengatakan FAO membuka kerja sama melalui Kementerian Pertanian, lewat Direktorat Jenderal Peternakan.
Ia menegaskan, meski daerah menghadapi keterbatasan anggaran, Dinas Peternakan Dompu terus mendorong komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian agar program prioritas tetap masuk ke Dompu.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Pada awal Februari 2025 lalu, tim FAO bersama Kementerian Pertanian datang langsung ke Dompu untuk melakukan survei lapangan. Tepatnya di areal pelepasan ternak di padang savana Dorocanga.
“Mereka turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi peternakan di Dompu,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menyebut hasil survei itu mengantarkan Dompu terpilih sebagai salah satu dari lima kabupaten di Indonesia yang dipercaya melaksanakan proyek FAO. Proyek FAO ini bersifat jangka panjang dengan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.
“Saat ini kami menunggu penandatanganan MoU. Dalam waktu dekat, tim FAO dijadwalkan kembali ke Dompu,” ungkapnya.
Program kerja sama ini mencakup pengadaan bibit ternak unggul, pembangunan sarana dan prasarana peternakan, serta penguatan sistem produksi dan kesehatan hewan. Pemerintah daerah menargetkan program tersebut langsung menyentuh kebutuhan peternak.
Pemerintah Kabupaten Dompu menyambut masuknya proyek FAO ini sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis peternakan.
“Kami ingin peternak merasakan dampaknya, baik dari sisi produksi maupun pendapatan,” pungkas Mujahidin. (Alon)

