KMBali1.Com, Pekat – Puluhan ternak Sapi Warga yang dilepas di padang Doro Ncanga kini diserang oleh wabah mematikan. Warga menyebut, Puluhan ternak mereka diduga terserang penyakit Mulut dan Kuku (PMK). PMK merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara total. Penyakit ini disebabkan oleh Virus FMDV.

Idin (36) salah satu peternak yang diwawancarai KMBali1.Com. Idin menyabut 5 dari 7 ekor sapinya mengalami luka pada bagian Mulut dan Kuku. Kini Idin pasrah meski dirinya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait yakni Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, namun dirinya hingga kini belum mendapatkan respon dari pihak terkait tersebut.

“Saya sudah Wa (Whatsapp) petugas bahkan pimpinannya langsung tapi belum ditanggapi sampai sekarang”, ungkapnya Ahad, (14/12) Sore tadi.

Selama sepekan yang lalu Idin mengaku menelusuri dan mencari Sapinya yang dilepas liar di kawasan Pelepasan Ternak Doro Ncanga. Hingga akhirnya menemukan 5 ekor sapinya tersebut menderita PMK. Idin berusaha mengobati dengan obatan herbal seadanya namun dirinya dan sejumlah peternak lain yang sapinya juga mengalami penyakit yang sama tetap berharap aksi cepat Petugas kesehatan Hewan dari pemerintah Daerah setempat.

“Dalam perjalanan saya menyusuri kawasan hutan untuk mencari kawanan sapi saya itu, saya dan teman – teman menemukan setidaknya Belasan Sapi yang mati dan terlihat pada mulut dan kakinya ada tanda – tanda terserang PMK”, tuturnya.

Sementara itu, Kepala Disnakeswan Muhammad Abduh Beberapa Menit lalu Kepada Redaksi membenarkan adanya kasus PMK pada ternak Sapi di Doro Ncanga. Namun dirinya mengatakan bahwa pihaknya hanya menjumpai beberapa kasus saja.

“Saya baru saja koordinasi dengan kepala UPTD, kejadian ada beberapa ekor dan sudah tertangani langsung oleh petugas”, jawabnya singkat.

Namun sayangnya, Muhammad Abduh tidak merinci berapa jumlah kasus yang telah ditangani pihaknya itu.

Diketahui, Kawanan ternak Doro Ncanga adalah penopang pasokan daging terbesar di Nusa Tenggara Barat. Sehingga dapat diperkirakan bila pasokan daging dari Kawasan Doro Ncanga bermasalah maka pemenuhan daging Provinsi NTB diperkirakan akan berkurang secara drastis.[Oz]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *