KMBALI1.COM, DOMPU – Neraca keuangan Kabupaten Dompu berada pada kondisi yang relatif stabil. Alih – alih menemukan indikasi potensi Kolaps, APBD Dompu terbukti telah diuji di segala situasi tekanan ekonomi dalam skala Nasional maupun regional.
Bertahan Di masa Covid 19
Hal ini tampak pada data APBD Dompu tahun awal Pandemi Covid 19 tahun 2020 lalu. Di tahun 2020, Realisasi Pendapatan Kabupaten Dompu sebesar 1,016 Triliun Rupiah. Sedangkan realisasi belanja mencapai 1,027 Triliun Rupiah. Akibatnya, APBD mengalami defisit sebesar 10,62 Milliar rupiah. Meski begitu, Pemda Dompu mampu menutupi kekurangan anggaran tersebut melalui dana penghematan pada tahun sebelumnya yang disimpan dalam bentuk silfa sebesar 62,73 Milliyar rupiah.
Demikian pula pada puncak masa pandemi Covid 19 tahun 2021. Pada periode tersebut, realisasi pendapatan justru mengalami kenaikan menjadi sebesar 1,065 Triliun rupiah. Dibanding dengan realisasi belanja yang mencapai 1,045 Triliun rupiah, APBD Dompu justru mengalami surplus sebesar 19,89 Milliyar rupiah tanpa mengganggu dana Silfa tahun sebelumnya. Indikator ini membuktikan langkah strategis penghematan Pemda Dompu cukup bisa diandalkan.
Optimis Mampu Lewati Ujian Efisiensi
Optimisme ini pula yang mendorong Pemkab Dompu dibawah komando Bupati Dompu Bambang Firdaus di tengah tekanan Fiskal terkait kebijakan Efisienasi Pemerintah Pusat. Dalam 3 tahun terakhir, APBD Dompu berjalan cukup stabil dan sehat. Pada tahun 2024 realisasi pendapatan tercatat sebesar 1,312 Triliun rupiah, dibanding dengan capaian Belanja Daerah sebesar 1,259 Triliun rupiah, APBD Dompu berhasil melakukan penghematan dalam bentuk surplus sebesar 53, 12 Milliyar rupiah.
Tidak hanya itu, Pemkab Dompu juga telah berhasil melewati masa awal kebijakan efisiensi yakni pada tahun 2025. Akibat kebijakan efisiensi Pada periode tersebut, realisasi pendapatan menurun dan hanya mampu mencapai angka 1,167 Trililiun rupiah. Namun melalui kebijakan rasionalisasi dan strategi penghematan belanja operasional lainnya, Belanja Daerah mampu ditekan, bahkan mampu menciptakan penghematan (Surplus_red) sebesar Rp.40,98 Milliyar dengan total realisasi belanja sebesar 1,126 Triliyun Rupiah. Hingga Juni 2026, arus neraca keuangan Pemda Dompu masih memperlihatkan tanda – tanda yang stabil. Menurut data terakhir yang ditemukan per Juni 2026 saat ini realisasi belanja masih dibawah realisasi capaian pendapatan Daerah. Hingga pertengahan tahun ini realisasi pendapatan sebesar Rp.412,82 Milliyar sementara itu, realisasi belanja mencapai Rp.398,15 Milliyar rupiah.
BPKAD Optimis Namun Tetap Realistis
Pada situasi keuangan yang cukup menekan seperti saat ini Kepala BPKAD Muhammad Syahroni menyatakan optimismenya terhadap kemampuan Fiskal Daerah. Meski demikian, dirinya tetap mencermati kondisi dan menyiapkan strategi rasionalisasi belanja bila terjadi keadaan yang tidak diduga.
“Pemda Dompu tetap optimis pada kondisi
sekarang, namun kita terus memantau dinamika sumber pendapatan kita. Jika terjadi keadaan yang tidak terduga, kita sudah siapkan strategi terutama melakukan penghematan melalui rasionalisasi belanja, dan mendahulukan pembiayaan pada program prioritas daerah”, ungkapnya kepada wartawan Kamis, (18/6) Pagi tadi.
Ekonomi Masyarakat Dompu Terus Bertumbuh
Dari sisi ekonomi, berdasarkan data BPS Dompu yang dirilis April 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat dari 3,62 pada tahun 2024 menjadi 4,75 pada tahun 2025. Alih– alih bergantung pada belanja Pemerintah yang hanya mencapai 22,22 persen, meningkatnya indikator pertumbuhan ekonomi ini justru lebih banyak ditopang oleh pergerakan ekonomi masyarakat sendiri yakni konsumsi rumah tangga sebesar 67,13 persen. Selain itu, meningkatnya angka pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut juga didorong oleh naiknya angka Investasi yang mencapai 37,72 persen.
Bupati Dompu Bambang Firdaus, disela persiapannya melantik 200 PNS Kamis, (18/6) Pagi tadi, kepada wartawan menyatakan kegembiraanya terkait capaian pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Dompu. Dalam penjelasannya Bambang Firdaus menyatakan bahwa meskipun APBD Dompu dikatakan minim, pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan. Ini artinya,meskipun terjadi tekanan di sisi APBD, hal itu tidak akan berpengaruh banyak pada pertumbuhan Ekonomi.
“Walau pada posisi fiskal kita sangat terbatas, tapi ekonomi masyarakat kita mampu tetap bertahan, bertumbuh malah di hari ini. angka-angka yang kita sampaikan waktu HUT kemarin, itu angka real. Itu bukan angka pemerintah yang ingin menyenangkan hati masyarakat, bukan angka politis, itu angka BPS yang bisa dipertanggungjawabkan”, tegasnya.
Menanggapi pertanyaan wartawan seputar APBD Dompu yang diramalkan akan mengalami kondisi kolaps, Bupati Dompu menyatakan bahwa narasi tersebut berlebihan. Menurutnya tekanan yang dialami oleh APBD Dompu saat ini merupakan kebijakan Nasional yang juga dialami oleh Daerah lainnya di Indonesia.
“Ya, terlalu berlebihan. Jadi begini, efisiensi ini kan nasional sifatnya. Ini sudah menjadi keputusan pusat. Dan hampir seluruh daerah, Kabupaten, dan Kota mengalami hal yang sama.” Tegasnya.
Bambang Firdaus mengatakan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat ini justru perlu dijadikan tantangan untuk berpikir dan bekerja keras agar bisa bertahan. Langkah yang tengah dilakukan Pemda Dompu saat ini, adalah mengevaluasi dan menata ulang strategi agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat.
”Nah, artinya kan kita hari ini dituntut untuk berpikir keras, dituntut untuk evort keras, agar bagaimana kita mampu bertahan, kita mampu mencoba, menggali, mencari potensi – potensi yang mendatangkan pertumbuhan PAD”. Tegasnya.[Oz]

