
Dompu, kmbali1.com—Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Bidang Perindustrian terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai salah satu penopang ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang kini dilakukan yakni mendorong para pelaku usaha bergabung dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SINAS) yang dikembangkan Kementerian Perindustrian RI.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menyelaraskan arah pembangunan industri di Kabupaten Dompu dengan kebijakan pemerintah pusat, terutama dalam penguatan data industri, pembinaan usaha, hingga pengembangan hilirisasi.
Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindag Kabupaten Dompu, Syahudin Abi, menjelaskan selama ini pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap pelaku industri kecil maupun menengah agar mampu berkembang lebih profesional dan berdaya saing.
“Sekarang kami mencoba melinearkan kegiatan perindustrian di Dompu dengan mendorong pelaku industri kecil dan menengah masuk dalam data SINAS,” ujarnya.
Menurutnya, SINAS bukan sekadar sistem pendataan industri, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan usaha bagi para pelaku IKM. Melalui sistem tersebut, pelaku usaha dapat memahami tata kelola usaha secara lebih modern, mulai dari penghitungan biaya produksi, pengelolaan bahan baku, manajemen keuangan, hingga pelaporan produksi secara berkala.
“Dengan adanya SINAS, industri kecil kita bisa terdata dengan baik. Selain itu, mereka juga bisa belajar mengelola usaha secara lebih tertata dan profesional,” katanya.
Hingga saat ini, lebih dari 200 pelaku IKM di Kabupaten Dompu telah masuk dalam sistem tersebut. Pemerintah daerah optimistis jumlah itu akan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya digitalisasi dan pendataan industri.
Bidang Perindustrian juga menilai, keberadaan data industri yang akurat akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan industri yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.
Tak hanya itu, pelaku usaha yang telah tergabung dalam SINAS juga berpeluang memperoleh berbagai fasilitas dan program dukungan dari pemerintah pusat. Salah satunya program restrukturisasi mesin dan peralatan industri yang memberikan potongan harga pembelian mesin hingga 35 persen.
“Ketika pelaku usaha membeli mesin atau peralatan produksi, ada program dari Kementerian Perindustrian yang dapat membantu melalui potongan harga atau subsidi tertentu,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Dompu juga terus mendukung agenda hilirisasi industri yang menjadi fokus nasional. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan yakni rencana pembangunan pabrik pakan di wilayah Dompu.
Beberapa waktu lalu, tim investor bersama pihak terkait telah melakukan kunjungan lokasi salah satu desa di kecamatan Manggelewa untuk melihat kesiapan kawasan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan pabrik.
Keberadaan industri pakan tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas jagung yang selama ini menjadi salah satu hasil pertanian unggulan Kabupaten Dompu.
“Dompu merupakan daerah penghasil jagung. Dengan adanya industri pengolahan, hasil pertanian masyarakat nantinya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi bisa diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujarnya.
Melalui berbagai program pembinaan dan penguatan industri tersebut, Pemerintah Kabupaten Dompu berharap sektor IKM semakin tumbuh, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di daerah. (Alon)

